penghianatan
Kata yang cukup pedas hingga menyayat hati ketika mendengar kata - kata sebuah penghianatan
, bahkan kalau kita yang sedang di hianati oleh teman, sahabat & orang yang kita cintai akan membuat kita yang di hianati akan merasa sakih hati hingga luar biasa. Maka dari itu jika kita tidak mau di hianati, maka jangan sekali-kali kita menghianati orang lain.
Saya merasa sudah terlalu lama saya jarang menengok hingga update posting di blog ini. Akhirnya pada kesempatan pagi hari yang cerah ini saya dapat update post yang berjudulPenghianat.
Saya juga sangat berterimakasih pada kalian semua yang mungkin sudah memberikan support & doa, sehingga saya berhasil membuka kambali blog ini Saya juga berharap saya dapat mengurus & blogging bersama kalian seperti dahulu lagi, karena kalau boleh jujur, saya rindu dengan kalian semua
Kau egois! Kau senang mencari kesalahan- kesalahan orang lain... Kau senang mengambing-hitamkan orang lain.. Setidaknya memang itu kenyataan yang aku tahu.. Kau Pembohong! Kau jahat!
Kau merencanakan semuanya, seolah-olah aku yang salah! Kau bertindak seperti memang kau yang benar, Tidak sadarkah kau wahai penghianat? Disini yang menderita bukan Cuma kau!!! Kau bermain dengan mereka, Seakan-akan aku disini hanya berperan sebagai pemeran pembantu yang tidak akan pernah menjadi pemeran utama.
Kau menjadikan mereka sebagai pelarianmu, Setidaknya kau kali ini memang beruntung, di lindungi oleh mereka yang memang tak berpikiran luas sepertimu.
Sudah berapa banyak kata cacian yang terlontar dari bibir pembohongmu? Kata apa saja yang kau ucapkan kepada mereka yang dulu pernah menjadi kerabatku itu? Ungkapan apa lagi yang belum kau ceritakan kepada mereka? Sudah berhasilkah kau menjatuhkan jati diriku di hadapan mereka semua? Puisi ini khusus untuk kamu, sang penjilat.
Yang menyisihkan waktunya semenit atau bahkan berjam-jam hanya untuk menceritakan hal kosong, yang bahkan tak bernilai di mata orang bijak.
Yang merelakan mulutnya berbusa, menceritakan kebencian, keburukan orang lain! Yang selalu menganggap dirinya Tinggi! Walau sebenarnya Rendah.
Kapan kamu bisa mengerti? Paham, bahwa kelakuanmu itu mematikan? Kapan kamu paham, kalau kelakuanmu hanya seperti pohon yang tak berbuah? Atau bahkan seperti Rumah tak berpenghuni? Yang sia-sia, tak berguna, nol besar? Hati ini meringis.. Meringis bukan karena di rendahkan olehmu atau karena di caci olehmu.
Tapi lebih jelasnya, karena melihat kelakuanmu yang lebih rendah.. Lebih rendah dari seseorang yang pekerjaannya hanya meminta-minta perhatian, Lebih rendah dari seseorang yang selalu menertawakan kekurangan orang lain , Dan bahkan lebih rendah dari mereka yang hari-harinya terkurung dalam kegelapan.
Mungkin kau akan susah untuk berubah, Merubah kebiasaan burukmu, membeberkan hal-hal yang bagi orang lain sama sekali ‘Tak Bernilai’. Karena memang segala hal yang bersangkutan dengan hal buruk selalu gampang dilakukan. Kau selalu berlindung di tengah- tengah mereka, mereka orang-orang yang dulu melindungiku.
Kau merebut mereka, menunjukan bahwa semua ini salahku. Kau menjadikan mereka buta, buta kebencian atas diriku. Terima Kasih teruntuk kamu, gadis cantik berhati busuk. Terima Kasih untuk penghianatannya. Terima Kasih untuk sakit hatinya, Dan Terima Kasih untuk pelajarannya.
Setidaknya dengan kau begini, aku tau, Kau memang bukan orang yang tepat untuk berteman denganku, Setidaknya dengan aku tau bagaimana pribadimu sebenarnya, aku bisa belajar menjadi orang yang kembali berdiri, walau sudah di tiarapkan olehmu.
Dan setidaknya sekarang aku bahkan lebih Tegar, Tegar menerima kenyataan, bahwa di sekelilingku penuh dengan orang jahat, Sepertimu.
Terima Kasih, Sesungguhnya, telingaku sudah kebal, menerima semua ucapan tak berguna darimu, Yang lebih pantas di panggil dengan sebutan “Serigala berbulu domba”. Atau sebagai ‘Musuh di balik selimut’?
Entahlah, bahkan aku pun capek, capek untuk menjelaskan semuanya., Aku hanya bisa menceritakan ini semua kepada Dia sang Maha pemberi dan Pemurah, Yang selalu ada ketika aku kecewa, Yang selalu melebarkan tangannya lebar-lebar, untuk sejenak memeluk hatiku yang di hancurkan kamu.. Yang selalu dengan senang hati memberikan telinganya, untuk sejenak mendengar keluhanku....
Cuma sepenggal doa kecil yang tak pernah absen aku ucapkan, untukmu orang jahat, Berharap kau bisa berubah. Berubah menjadi pribadi yang lebih baik, Menjadi seseorang yang lebih terlihat bijaksana.
Semoga Tuhan akan selalu menyertaimu, kelinci bermata kucing... Semoga..
Komentar
Posting Komentar